Confession Pt I
Hail, Hail,
huhhhhhhhhhhhhh…
ijinkan saiah mengambil nafas barang sejenak, sebelum memulai semuanya
Dalam beberapa bulan terakhir, ada satu pertanyaan yang terlalu sering harus saiah jawab
tanpa saiah tau apa motif dari masing² penanya tersebut..
“Man (itu akronim nama saiah), Siapa sih wanita yang kamuh inginkan saat ini?”
Heyy..have you ever heard bout dirty little thing called the damned P-R-I-V-A-C-Y ??
May I have it one?? Can i have it like that??
But It’s Okay..at least thnx for acting like you care..hmm, do you?
yahh..2b honest..semua pertanyaan bukan dengan template spt itu..tapi miripmiriplah..TRUST ME!!!
Heyyy..Dont you ever dare to think that im a faggot..just because im a singlefighter, it doesnt meant that im a GAY!!
Disaat seperti inilah resistensi dan eksistensi saiah diperlukan. bukan Hal yang mudah menjawab pertanyaan itu berulang kali!
Repetisi itu hanya akan membuat saiah semakin jengah dengan keaadan.
Jika mereka bertanya kepadaku tentang wanita, intuisiku dengan sigap akan memberikan sebuah retorika. Tanpa menyebut sebuah nama, saiah hanya mampu berkata: Hanya kepadanya jalan pikiranku terlabuh. Hanya untuk melihatnya, ujung dunia ini terbataskan. Hanya untuk senyumnya, usahaku melangkah. Hanya suaranya, telingaku ingin mendengarkan. Hanya untuk suka dukanya, mulutku tidak membisu. Hanya didekatnya, perasaanku menuntut. Dan demi hidupnya, matiku membayangi.
Tapi apa hanya untuk itukah Saiah mencari Cinta seorang wanita?
Rasioku lalu berargumen..Diamnya dirinya hanya rasa takutku terhadap kalian. Hanya melihat dirinya akan membuat buta mataku pada kalian. Hanya mendengarkan kata-katanya akan membuat tuli telingaku pada kalian. Hanya membicarakan namanya akan membuat bisu mulutku pada kalian. Hanya meneladani tingkah lakunya akan membuat lumpuh kaki dan tanganku pada kalian. Dan hanya mempertahankan hidupnya akan mematikan kehidupanku pada kalian. Kedekatanku dengan kalian yang akan menjauhkanku pada pandangannya.
Rasio telah membuatku malu pada kejujuran
Saat ini aku hanya membutuhkan waktu. Teringat bahwa jika saiah menyakiti yang lain, saiah akan disakiti oleh yang lain.
Tapi, jika saiah mencintai seseorang, akahkah saiah dicintai oleh yang lain? Apakah saiah melakukan kesalahan
dengan mencintai? Logika cinta itu selalu monoton. Setiap kuberikan kebahagiaanku, akan kudapatkan kesedihanku. Suatu konstanta abadi dari sebuah kenyataan.
Jadi untuk apa aku berniat untuk bersedih ketika saiah masih merasa bahagia?
Oh My GOD !!!
Tampaknya Setan-setanku telah mengintimidasi pikiran saiah. Malaikatku diam karena malaikatku tak merasakan.
Pikirannya tidak pernah berontak karena malaikatku terus berpikir. Pikiran berontak karena perasaanlah yang telah merasakan. Dan setan hanya terus merasakan tanpa memikirkan. Dan saiah hanya manusia !!!
Saiah terus berpikir akan itu dan juga merasakan itu disaat yang sama..
Perhaps, all of my questions are answer to my sins
These thought still follow me..so save me!
I mean this..S A V E M E !!!
beers for you,
November 23rd, 2006 at 6:52 pm
hai nyettiiii!!!
man dah lama gak bareng laghi yakzz??klen ngilang kmana za??
btw,
this is our’s kegalauAn conclusions??
btw…
Glad to know a freN Like U dude…
July 16th, 2007 at 4:55 am
Hmmmm…
Setuju.
September 27th, 2007 at 3:52 am
….(paused)….kayaknya ente cukup berbakat nge-ganti mas Khalil gibran, udah,,ga plu banyak bacot,gmn kalo segol duagol dari ronaldo? rasakan tendangan seedorf?ato gigitan pirlo?nah habis itu bru qt ngomong galau-galauan ha..ha..ha..uh..ah..uh..ah..uh..ah..yesss..yess…!